Jadilah orang pertama yang menerima update artikel terbaru dari kami!!!

Mengenal I’rab dan Bina serta Pembagiannya

Daftar Isi

Mengenal I’rab dan Bina serta Pembagiannya

Setelah pembahasan kalam, berbagai literatur ilmu nahwu biasanya menlanjutkan dengan pembahasan i’rab. Metode ini dipakai baik dari kitab yang ditulis secara ringkas (mukhtashar) hingga kitab panjang lebar.

Ini membuktikan bahwa i’rab juga memiliki peran penting dalam pembahasan ilmu nahwu, seperti pembahasan kalam yang hampir setiap literatur dari disiplin ilmu nahwu, kalam dijadikan sebagai pembahasan awal.

Lalu bagaimanakah pengertian i’rab tersebut?

Definisi I’rab dan Pembagiannya

I’rab adalah perubahan akhir atau ujung suatu kata karena masuk amil yang berbeda-beda, baik perubahan tersebut terlihat (pada lafaz) ataupun tidak (pada takdir).

Contoh perubahan yang terlihat (pada lafaz) adalah Zaid (زيد) 

Apabila masuk amil rafa’ pada lafaz Zaid, seperti Jaa`a (جاء) maka lafaz Zaid dibaca rafa’ menjadi Jaa`a Zaidun  (جاء زيدٌ).

Apabila masuk amil nasab pada lafaz Zaid, seperti Ra`aitu (رأيت) maka lafaz Zaid dibaca nasab menjadi Ra`aitu Zaidan (رأيت زيداً).

Dan apabila masuk amil jar pada lafaz Zaid, seperti ba` (huruf jar) maka lafaz Zaid dibaca jar menjadi Marartu bi Zaidin (مررت بزيد).

Contoh perubahan yang tidak terlihat (pada takdir) adalah al-Fata (الفتى)

Apabila masuk amil rafa’ pada lafaz al-Fata, seperti Jaa`a (جاء) maka lafaz al-Fata dibaca rafa’ menjadi Jaa`a al-Fata (جاء الفتى).

Apabila masuk amil nasab pada lafaz al-Fata, seperti Jaa`a (جاء) maka lafaz al-Fata dibaca nasab menjadi Jaa`a al-Fata (جاء الفتى).

Apabila masuk amil jar pada lafaz al-Fata, seperti Jaa`a (جاء) maka lafaz al-Fata dibaca jar menjadi Jaa`a bi al-Fata (جاء بالفتى).

Secara kasat mata tidak terjadi perubahan pada contoh al-Fata (الفتى), berbeda halnya dengan Zaid (زيد) yang sangat jelas terjadi perubahan. Hal ini karena ada sesuatu yang membuatnya tercegah terjadinya perubahan pada lafaz.

Namun walaupun demikian, al-Fata tetap ada perubahannya. Yakni perubahan pada makna atau sering disebutkan dengan mahal.

4 Pembagian I’rab

I’rab terdapat 4 pembagian, yaitu rafa’, nasab, khafad/jar dan jazam.

Peran pembagian i’rab ini bagi isim dan fi’il berbeda.

Isim tidak menerima jazam, sedangkan fiil tidak menerima khafad. Yakni tanda-tanda jazam tidak terdapat pada isim dan tanda-tanda khafad juga tidak diperdapatkan pada fi’il.

Untuk mengetahui apa saja tanda-tanda rafa’, nasab, khafad/jar dan jazam.

Silahkan dibaca di sini (link)

I’rab merupakan lawan bina. Maksunya, setiap kata tidak terlepas dari dua bentuk ini, yaitu i’rab dan bina. Lalu apa itu bina?

Definisi Bina dan Pembagiannya

Bina adalah ketetapan akhir suatu kata ketika dimasuki amil, baik itu berbaris ataupun tidak.

Untuk mudah memahaminya, bina dapat diartikan dengan kebalikan i’rab karena bina adalah lawan daripada i’rab.

Contohnya kata Man (مَنْ)

Kata Man di atas diakhiri dengan huruf nun yang tidak berbaris (sukun).

Kata ini tidak akan berubah walaupun didahuli oleh beberapa amil yang bermacam-macam, baik itu amil rafa’, nashab, khafad maupun jazam.

Pembagian Bina

Bina juga terdapat 4 pembagian, yaitu dhammah, fatah, kasrah dan sukun.

Contoh bina dhammah adalah Haytsu (حَيْثُ), Qablu (قَبْلُ) dan Ba’du (بَعْدُ)

Contoh bina fatah adalah Aina (أَيْنَ) dan Qaama (قَامَ)

Contoh bina kasrah adalah Amsi (أَمْسِ)

Contoh bina sukun adalah Man (مَنْ) dan Kam (كَمْ)




Sumber: Mutammimah

Posting Komentar